Guru sebagai Personal Calling
- Kamis, 10 Juli 2025
- Kanghaki
- 0 komentar

Guru sebagai Personal Calling adalah pandangan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah, tetapi merupakan panggilan jiwa yang mendalam—suatu bentuk pengabdian yang dilandasi oleh rasa cinta, tanggung jawab, dan tujuan mulia untuk membentuk masa depan generasi penerus bangsa.
Makna "Guru sebagai Personal Calling"
-
Panggilan Hati dan Jiwa
Guru melihat tugasnya bukan sekadar kewajiban formal, melainkan sebagai bentuk pelayanan kepada kemanusiaan dan Tuhan. -
Dedikasi dan Keikhlasan
Seorang guru dengan "personal calling" akan rela berkorban waktu, tenaga, bahkan emosi untuk memastikan muridnya tumbuh, berkembang, dan sukses. -
Peran sebagai Pembimbing Hidup
Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tapi juga membentuk karakter, nilai, dan etika murid dalam kehidupan sehari-hari. -
Motivasi yang Datang dari Dalam
Guru dengan panggilan jiwa bekerja dengan semangat yang tinggi, bukan karena gaji atau jabatan, tetapi karena kepuasan batin melihat muridnya berhasil. -
Keteladanan
Guru menjadi teladan dalam sikap, tutur kata, dan perilaku—karena sadar bahwa mereka sedang membentuk manusia seutuhnya, bukan hanya mengajar pelajaran.
Contoh Guru dengan Personal Calling:
-
Mengajar dengan sepenuh hati meskipun sarana terbatas.
-
Meluangkan waktu untuk membantu siswa yang tertinggal tanpa berharap imbalan.
-
Mendorong siswa menemukan potensi terbaiknya, bukan hanya mengejar nilai akademis.
"Guru sejati tidak hanya mengajar dari buku, tapi dari hati. Karena baginya, mendidik adalah ibadah."