Masalah: Pendidikan yang Terjebak Administrasi dan Birokrasi
- Kamis, 10 Juli 2025
- Kanghaki
- 0 komentar

Masalah: Pendidikan yang Terjebak Administrasi dan Birokrasi
-
Beban Administratif Berlebih
Guru dituntut mengisi banyak laporan, instrumen penilaian, RPP, asesmen, dan data sistem yang menyita waktu—bahkan lebih banyak dari waktu mendidik siswa. -
Fokus pada Dokumen daripada Proses Pembelajaran
Sekolah dan guru sering "diukur" dari kelengkapan administrasi, bukan dari kualitas interaksi pembelajaran atau perkembangan karakter siswa. -
Pendekatan yang Kaku dan Terpusat
Banyak kebijakan pendidikan bersifat top-down, minim ruang partisipasi dari guru sebagai pelaku utama di lapangan. -
Guru Terjebak Rutinitas
Panggilan jiwa sebagai pendidik sering tergeser karena guru merasa seperti pegawai administrasi daripada sosok pendidik.
???? Dampaknya terhadap Guru sebagai Personal Calling
-
Motivasi intrinsik melemah, karena kreativitas dan kasih sayang guru terkekang aturan.
-
Hubungan guru-siswa menjadi formal, bukan relasi pembinaan jiwa.
-
Guru potensial frustrasi atau burnout, karena beban yang tak sebanding dengan hakikat profesi.
✨ Refleksi Singkat
Ketika guru lebih sibuk menulis laporan daripada menyentuh hati siswa, maka pendidikan kehilangan jiwanya.
???? Solusi dan Harapan
-
Penyederhanaan administrasi: Beri ruang bagi guru untuk fokus pada murid, bukan kertas.
-
Kembalikan otonomi profesional guru: Percayai guru sebagai pemilik kelas dan pelayan kemanusiaan.
-
Bangun sistem yang manusiawi: Pendidikan bukan pabrik, melainkan taman tumbuhnya manusia.